ABSTRAK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran menulis puisi di SMK yang dipandang masih rendah. Kesulitan pembelajaran menulis puisi ini berawal dari metode pembelajaran yang konvensional sehingga membuat siswa bosan dan memandang sebelah mata. Metode pembelajaran konvensional hanya menyuruh siswa membuat puisi tanpa ada rangsangan agar siswa lebih kreatif dalam berimajinasi. Padahal, dalam menulis sebuah karya sastra faktor utama yang menunjang hasilnya adalah daya imajinasi. Dalam pembelajaran menulis puisi, otak kanan adalah bagian terpenting yang harus dirangsang karena berperan dalam hal kreativitas. Namun, dalam metode konvensional, hal ini tidak terlalu diperhatikan sehingga tujuan dan hasil pembelajaran menulis puisi tidak tercapai dengan baik. Untuk itu, diperlukan suatu pendekatan yang dapat mengubah pola pembelajaran konvensional ini agar bisa mengubah paradigma bahwa “menulis puisi itu membosankan” menjadi “menulis puisi itu menyenangkan serta memberikan manfaat untuk penunjang masa depan kelak”. Salah satu pendekatan yang dapat mengubah semua paradigma negatif dan menjadikan pembelajaran puisi ini menyenangkan adalah pendekatan hypnoteaching. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan metode hypnoteaching dalam pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini berupa penelitian eksperimen. Instrument penelitian ini adalah dua soal puisi. Dari penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil kemampuan menulis puisi pada siswa kelas XI SMK Wyata Mandala sebelum dan setelah menggunakan metode hypnoteaching.
Kata Kunci. menulis puisi, pendekatan konvensional, pendekatan hypnoteaching