ABSTRAK. Cap tetap untuk safitri yang menolak ketika dilamar beberapa orang berada menambah gunjingan miring terhadapnya yang dianggap jual mahal. Sejalan itu beberapa penolakan ketika ketika banyak orang dari berbagi kalangan mencoba melamar safitri. Ia tetap ingin menyanyi dan belum memikirkan untuk menikah. Pandangan gender melihat ini bahwa ketika perempuan dilamar hendaknya tidak menolak. Membenturkan dengan budaya dan narasi kepercayaan agama menjadi dalih untuk menikahi perempuan yang usianya masih muda seperti Safitri. Di tengah masyarakat dengan budaya turun temurun bahwa perempuan menjadi objek yang selalu kalah. Mengkuliti novel Kelir Slindet dengan mengangkat sisi stereotype pada tokoh perempuan menegaskan bahwa budaya memberi cap tetap pada perempuan masih banyak terjadi.
Kata Kunci. Stereotype, Gender, Kelir Slindet