REPRESENTATION OF POLITICAL FLASH IN TAUFIQ ISMAIL POETRY (NORMAN FAIRCLOUGH CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS)
Enung Nurhayati, Yoga Gandara Mulyana
ABSTRAK.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi peristiwa sosial politik pemerintahan Orde Baru dalam beberapa puisi karya Tuafiq Ismail yang terangkum dalam kumpulan puisi “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia”, judul-judul puisinya antara lain: “Mei 12, 1998", "Takut 66, Fear 98" dan "Bayi Lahir Mei 1998". Sosok Tuafiq Ismail berhasil mengarsipkan dinamika sosial di masa transisi demokrasi ke dalam bentuk tulisan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis wacana kritis Norman Fairclough yang meliputi: Teks, Praktik Wacana, dan Praktik Sosiokultural.Hasil yang diperoleh berupa deskripsi peristiwa sejarah pada dua waktu yang berbeda pada tahun 1966 dan 1998, seperti: krisis, korban aksi mahasiswa, dan instabilitas politik.
Kata Kunci. Kilasan Politik, Puisi, Kilasan Politik
Keywords. Political Flash, Poetry, Political Flash
Reference
Al-Ma’ruf, A. I. (2017). Pengkajian Sastra Teori dan Aplikasi. Surakarta: CV. Djiwa Amarta.
Fatubun, B. (2019). Gerakan Mahasiswa Jakarta: 1996 Melawan Rezim Penguasa (Skripsi). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Diunduh dari
https://repository.usd.ac.id/34783/
Jannah, Miftahul. (2019). Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough terhadap Kontroversi Puisi “Ibu Indonesia” Karya Sukmawati Soekarnoputra (Skripsi). Surabaya: Universitas Negeri Sunan Ampel. Diunduh dari
http://digilib.uinsby.ac.id/33663/1/MIFTAHUL%20JANNAH_E01215011.pdf
Moeloeng. (2018). Metodologi Penelitian Pualitatif. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Nurhayati, Enung. (2019). Cipta Kreatif Karya Sastra. Bandung: Yrama Widya.
Regiansyah. (2014). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Mengenai Wacana Takut Dalam Puisi “Takut 66,Takut 98” Karya Taufiq Ismail (Skripsi). Bandung: Universitas Komputer Indonesia. Diunduh dari
https://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunikompp-gdl-re giansyah-34748
Restiani. (2019). Representasi Politisi Indonesia (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Pada Topik “Negeri Jenaka” Dalam Mata Najwa). Universitas Galuh: Jurnal Literasi, Penelitian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran. Volume 3 Nomor2. Halaman 63-69.
https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/literasi/article/view/1755
Rohana & Syamsudin. (2016). Analisis Wacana. Makasar: CV. Samudra Alif-Mim.
Septia, E., & Marni, S. (2019). Representasi Nilai Religi Dan Kepengarangan Puisi - Puisi Karya Taufik Ismail. VII(1).
https://doi.org/10.22146/poetika.43493
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Taufiq Ismail. (2000). Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia. Jakarta: Yayasan Indonesia. Tenriawali, A. Y. (2018). Kekerasan Dalam Teks Berita Daring Tribun Timur :
Analisis Wacana Kritis ( The Representation Victims of Violence in Tribun Timur Online News Text: Critical Discourse Analysis). Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Totobuang. Volume 6 Nomor 1. Halaman 1-15. Diunduh dari
https://doi.org/10.26499/ttbng.v6i1.71
Waluyo, H. J. (2006). Teori dan Apresiasi puisi. Bandung: Erlangga.
Yoce Aliah Darma. (2014). Analisis Wacana Kritis dalam Multiperspektif. Bandung: Refika Aditama.